Rabu, 25 Februari 2009

Pembagian Cinta


Bisakah cinta dibagi....???? Pendapat-pendapat yang menyatakan bahwa cinta dapat dibagi menunjukkan sudut pandang bahwa cinta adalah benda. sebagai benda ia bisa dihitung, dijual dan digadaikan. Dalam cara PanDang yang seperti itu maka lazim muncul istilah-istilah "...penjaja cinTa...(maaf! PelacuR)..." . istilah tersebut sangat menyesatkan, karena para penjaja tidak dapat mungkin disebut pecinta, ia hanya membeli atau menjual tubuh. lalu dimanakah ukuran kebenaran cinta sejati itu........?? bisa dihati, dilangit, laut atau samPai tanah pekuburan. bagi pAra pecinta sejati tidak ada kata indah selaiN kata-kata yang keLuar dari hati. kemudian teRpancar meLalui mata (guratan energi non fisik/bahasa jiwa). bahasa hati bagi para pecinta baGai sinar menari yang membawa kehangatan bagi kehidupan.

tidak aDa keboHongan yAng bisa menutupi mata kaUm pecinta, karena kebOhongan adalah seBuah kejujuran.

Jika cinta itu tidak boleh, bagaimana mungkin kita ada. kita ada karana cinta, maka dari itulah kwajiban kita untuk tetap menjaga kesucianya.

Banyak oRang yang tiDak perCaya bahwa diduNia ini maSih ada Cinta yaNg suci dan aBadi, karena cinta seringkali disandingkan dengan nafsu rendah, sama suliTnya dengan menemukan jarum diantara tumpukan jerami. Memang , bila cinta telah menyapa, maKa kemaTian bukanlah seSuaTu yang menakutkan. para pecinta selalu meYakini bahwa cinta adalah pembebas.

'Cinta didahukui oleh pengetahua dan sangat memerlukan pengetahuan'(Imam Al Ghazali dalam ihya' ulumudin), tidak sekedar sedikit pengetahuan melainkan sebayak mungkin pengetahuan untuk menerima dan memaknai cinta dengan jiwa yang tenang( nafs al mutmainah)

Kucuran cinta paling hakiki pastlah dari-Nya, sebagaimana hidup ini dari-Nya. Cinta tiada lain adalah hidupitu sendiri,dan hidup yang menghidupi tiada lain dan tiada bukan adalah dari Tuhan. temukan dan kenali siapa diri ini, apa tujuan dan keman kita akan pergi.

"...cinta bersemayam dalam jiwa dan hanya yang menguasai jiwa sajalah yang mampu menumbuhkan, menggerakkan,dan meminta kembali cinta itu. Karena itu aku, kamu, dirimu, dan kita tidak akan mampu menolak cinta dari-Nya

' ' ' ' Dekatkan ' ' '

Menentukan Cinta



Tentukan Cintamu..! Tentukan.....!

Cinta iTu titik tiDak koMa. Karena cinta adalah suatu lingKaran penuh, tidak kurang sesuatu apaPun. Meskki cinTa itu utuH dan tunggal, naMun cinta memiLiki Mekanisme yang rumit untuk dapat memilah-miLah, cinta kePada TUHAN, istri, Atau anak-anak anda kelak.


Cinta tidak Dapat dibagi-bagi, kalau seorang suami memiliki dua orang istri, buKan beraRti cintanya kepada iStri yanG perTama atau yanG kedua hanYa tinGgal setengah. Bukan....!! karena cinta tidak pernah kurang atau lebih. Pernah kita meneMukan suatu ungkapan "..Luangkan cintamu pada sang kehasih 60%, 70%, atau 80% saja..". KeBesaraN ciNta TiDak daPat diukur DenGan persentase Bilangan. Sungguh tidak munkin bukan cinta itu diberikan hanYa seTengah, kalau hanYa setengah beraRti Yang lain hanya Nafsu Rendah.

Nah..!! persoalaya adalah ...!! DapaTkah cinta dipandang dari sudut logika....???

Sebab sebenarya logika cinta tidak mengenal apa-apa. jika CinTa diLogikakan maka sama halnya dengan cintanya kaum pedaganG. dan loGika Kaum padaGang yang Penting Untung! tapi maNa mungKin cinTa dipandang daRi suDut untung dan rugi..?? jika cinta dipaksa untuk dilihat dari sudut untung dan rugi, kaka betapa banyak kerugian yang diderita oleh kaum pecinta, derai air mata, kantuk yang tak terhingga, ribuan kata-kata yang beterbangan diudara lalu berubah menjadi hembusan angin yang mendatangkan angan-angan. semuanya iti tak ternilai harganya. dan oleh kaum pecinta semua itu tidak dianggap sebagai pegorbanan, karena didalam cinta memang tidak mengenal pengorbanan, jika para pecinta masih menghitung pengorbanan, maka proses cinta adalah materialisasi untuk menarik keuntungan. Lanjut>>